MATERI 6/7
KEMISKINAN DAN KESENJANGAN
1.
Penyebab kemiskinan menurut Kuncoro (2000:107) sebagai
berikut :
Secara makro, kemiskinan muncul karena adanya ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya yang menimbulkan distribusi pendapatan timpang, penduduk miskin hanya memiliki sumber daya dalam jumlah yang terbatas dan kualitasnya rendah
Secara makro, kemiskinan muncul karena adanya ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya yang menimbulkan distribusi pendapatan timpang, penduduk miskin hanya memiliki sumber daya dalam jumlah yang terbatas dan kualitasnya rendah
2.
Kemiskinan muncul akibat perbedaan kualitas sumber
daya manusia karena kualitas sumber daya manusia yang rendah berarti
produktivitas juga rendah, upahnya pun rendah
3.
Kemiskinan muncul sebab perbedaan akses dan modal
Sendalam
ismawan (2003:102) mengutarakan bahwa penyebab kemiskinan dan
keterbelakangan
adalah persoalan aksesibilitas. Akibat keterbatasan dan ketertiadaan akses
manusia mempunyai keterbatasan (bahkan tidak ada) pilihan untuk mengembangkan
hidupnya, kecuali menjalankan apa terpaksa saat ini yang dapat dilakukan (bukan
apa yang seharusnya dilakukan). Dengan demikian manusia mempunyai keterbatasan
dalam melakukan pilihan, akibatnya potensi manusia untuk mengembangkan hidupnya
menjadi terhambat.
Kemiskinan
juga muncul karena adanya perbedaan kualitas sumber daya manusia,
karena jika kualitas manusianya rendah pasti
akan mempengaruhi yang lain, seperti pendapatan. Tapi itu hanyalah masalah
klasik. Sekarang penyebab kemiskinan adalah karena tidak mempunyai uang
yang banyak. Orang yang mempunyai
uang banyak, mereka dapat meningkatkan kualitas hidupnya karena mereka dapat
bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Berbeda dengan orang miskin yang tidak
punya uang banyak, mereka tidak dapat bersekolah yang lebih tinggi karena
mereka tidak punya uang lagi untuk membiayai uang sekolah seperti masuk
perguruan tinggi atau SMA.
Dampak Kemiskinan
Dampak kemiskinan di Indonesia
memunculkan berbagai penyakit pada kelompok risiko tinggi seperti ibu hamil,
ibu menyusui, bayi, balita, dan lanjut usia. “Kita mengakui sejak krisis
ekonomi tahun 1997 jumlah penduduk miskin di Indonesia meningkat”. Kata Azrul
Azwar dari Direktorat Jenderal Bina kesehatan Depkes di Semarang. Ia
mengatakan, kemiskinan yang terjadi di Indonesia menyebabkan cakupan gizi
rendah, pemeliharaan kesehatan kurang, lingkungan buruk, dan biaya untuk
berobat tidak ada. Akibat terkena penyakit, katanya pada lokakarya “Pengentasan
Kemiskinan Melalui Pengembangan Industri Agromedicine Terpadu”, menyebabkan
produktivitas rendah, penghasilan rendah dan pengeluaran bertambah.
Kemiskinan memang tidak pernah
berhenti dan tidak bosan menghancurkan cita-cita masyarakat Indonesia khususnya
para generasi muda. Kemiskinan sudah banyak “membutakan” segala aspek seperti
pendidikan. Sebagian dari penduduk Indonesia lantaran keterbatasan ekonomi yang
tidak mendukung, oleh contoh kecil yang terjadi di lapangan banyak anak yang
putus sekolah karena menunggak SPP, siswa SD yang nekat bunuh diri karena malu
sering ditagih oleh pihak sekolah, anak di bawah umur bekerja keras dengan
tujuan memberi sesuap nasi untuk keluarganya, dll.
Bagaimana Indonesia mau maju kalau
generasi muda yang seharusnya sekolah sekarang ikut merasakan korban faktor
kemiskinan.
Sekarang kemiskinan juga sudah
memberikan dampak mulai dari tindak kriminal, pengangguran, kesehatan
terganggu, dan masih banyak lagi. Kemiskinan memang dapat menyebabkan beragam
masalah tapi untuk sekarang masalah yang paling penting adalah bagaimana
caranya anak-anak kecil yang sama sekali tidak mampu dapat bersekolah dengan
baik seperti anak-anak lainnya. Pertama itulah masalah yang harus dipecahkan
oleh pemerintah karena jika masalah itu tidak dapat dibereskan maka akan muncul
masalah-masalah baru yang lebih banyak lagi. Dan juga banyak orang-orang miskin
terkena penyakit tapi mereka sulit untuk berobat ke dokter karena mahal,
walapun pemerintah sudah memberikan kartu kemiskinan tapi itu tidak menjamin di
rumah sakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar